Banjar Punya Wisata Sungai Baru, Saatnya Masyarakat Ikut Menikmati dan Mengembangkannya

23 Juli 2026
👁 4 pembaca

MARTAPURA TIMUR – Kabupaten Banjar kembali menghadirkan pilihan destinasi wisata berbasis potensi lokal melalui Wisata Susur Sungai Desa Pekauman Ulu. Destinasi ini bukan hanya menawarkan pengalaman menyusuri sungai, tetapi juga menjadi upaya membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Melalui perjalanan menggunakan kapal wisata milik BUMDesma, pengunjung dapat menikmati suasana kehidupan masyarakat di tepian Sungai Martapura sekaligus mengunjungi dua destinasi unggulan, yaitu Rumah Adat Banjar Teluk Selong dan Wisata Religi Syekh Abdul Hamid Abulung.

Wisata ini dapat dinikmati dengan tarif yang terjangkau. Rute menuju Rumah Adat Banjar Teluk Selong dikenakan tarif Rp10.000 per orang, sedangkan rute menuju Wisata Religi Abulung Rp20.000 per orang. Kapal beroperasi setiap hari pukul 09.00–18.00 WITA dengan kapasitas maksimal 30 penumpang, dan tarif tersebut sudah termasuk perjalanan pergi-pulang.

Hadirnya wisata susur sungai ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar membangun dermaga sebagai akses utama keberangkatan wisata, sementara kapal wisata dioperasikan melalui BUMDesma sebagai bagian dari penguatan usaha ekonomi desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banjar, HM Hafizh Anshari, mengatakan bahwa pengelolaan wisata melalui BUMDes dan BUMDesma merupakan salah satu langkah mengoptimalkan potensi desa agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

“Harapannya, wisata ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga mampu membuka lapangan usaha, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar terus mendorong penguatan tata kelola destinasi melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta pengembangan pariwisata berbasis kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan pengelolaan destinasi yang profesional, berkelanjutan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Di sisi lain, Ketua DPC Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kabupaten Banjar, M Ariyandra Abdullah, melihat wisata susur sungai memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi kreatif desa. Menurutnya, ketika jumlah wisatawan meningkat, berbagai subsektor ekonomi kreatif juga memiliki peluang berkembang.

“Yang ingin kita dorong bukan hanya ramainya pengunjung, tetapi juga tumbuhnya usaha masyarakat. Kuliner khas, kerajinan, fesyen lokal, fotografi, videografi, seni pertunjukan hingga promosi digital dapat berkembang bersama destinasi wisata ini,” katanya.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMDesma, Pokdarwis, pelaku usaha, komunitas dan masyarakat menjadi kunci agar Wisata Susur Sungai Pekauman Ulu terus berkembang sebagai destinasi yang menarik sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.

Lebih dari sekadar perjalanan menyusuri sungai, wisata ini mengajak masyarakat mengenal kembali kekayaan budaya Banjar, menikmati wisata religi, sekaligus mendukung produk dan usaha lokal yang tumbuh di desa.

Dengan memilih berwisata di daerah sendiri, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga ikut berkontribusi menggerakkan roda perekonomian desa. Karena sejatinya, ketika wisata lokal berkembang, manfaatnya akan kembali dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Banjar sendiri.

Tim
Editor : Ronny Lattar
Uploader : Suhendra