PLTA Riam Kanan Hemat Cadangan Air Hadapi Kemarau Panjang

KARANG INTAN- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir PM Noor Riam Kanan telah melakukan serangkaian langkah penghematan cadangan udara bendungan guna menangani ancaman kemarau panjang. Langkah antisipasi ini telah dijalankan sejak awal Juli lalu dengan menguraikan operasional mesin dari dua unit menjadi satu unit.
Demikian disampaikan Manager PLTAD Gunung Bamega Reza Permana saat ditemui di Bukit Bintang Park And Resort, Karang Intan, Rabu (9/9/2026) siang.
Reza mengungkapkan bahwa sedimen Riam Kanan tercatat tidak mendapatkan aliran air masuk (inflow) dari sungai selama lebih dari 40 hari akibat minimnya curah hujan. Oleh karena itu, operasional PLTA saat ini menyediakan cadangan air yang tersisa untuk menjaga keberadaan pasokan hingga memasuki musim penghujan.

“Sejak awal Juli kami sudah melakukan penghematan, dari yang sebelumnya mengoperasikan dua unit menjadi satu unit. Kami mengoptimalkan cadangan air agar tetap bertahan sampai minggu kedua November hingga awal Desember mendatang,” ujarnya.
Meskipun terjadi penurunan debit keluaran (outflow) menjadi kisaran 12 hingga 13 meter kubik per detik, Reza memastikan ketersediaan pasokan air baku untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) bagi masyarakat tetap terpenuhi secara optimal.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), kebutuhan dasar air baku masyarakat berada di angka 8 hingga 9 meter kubik per detik. Dengan outflow PLTA yang dikeluarkan secara konsistensi sebesar 12-13 meter kubik per detik selama 24 jam penuh, pasokan air baku dinilai sangat mencukupi.

“Untuk kebutuhan air baku SPAM, outflow kita masih di atas kebutuhan harian. Jadi pasokan air dari penyumbatan tidak ada pengurangan yang mengganggu kebutuhan pokok masyarakat,” jelasnya.
Menangapi isu pengeringan yang beredar di masyarakat, Reza mengatakan bahwa urusan pengeringan saluran irigasi berada di bawah otoritas BWS, bukan PLTA. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoaks) serta selalu merujuk pada informasi resmi dari manajemen PLTA maupun instansi terkait.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh isu hoaks dan selalu mengacu pada imbauan resmi dari pihak PLTA maupun BWS,” pungkasnya.
Reporter : Rifky Zidane
Editor : Ronny Lattar
Uploader : Suhendra