BPBD Banjar Sudah Distribusikan Air Bersih 2,25 Juta Liter  

ASTAMBUL,- Hingga hari ini distribusi air bersih kepada sejumlah warga di berbagai desa terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar guna memenuhi keperluan harian warga yang terdampak kekeringan.

Menggunakan 2 unit truk tangki berkapasitas masing-masing 5 ribu liter, tim gabungan BPBD Banjar suplai air bersih ke Desa Limamar Ulu dan Limamar Ilir Kecamatan Astambul.

Oleh petugas, air bersih langsung disalurkan ke tandon-tandon kosong yang berada di tepi jalan desa, guna disalurkan kembali kepada ratusan warga untuk keperluan memasak dan minum.

Pantauan Suara Banjar, suasana sekitar lokasi suplai air bersih kali ini berbeda dari biasanya. Cukup sepi, biasanya puluhan warga antusias membawa berbagai tempat penampung air untuk antre mendapatkan air bersih secara eceran dan segera membawanya pulang.

Sepinya antrean cukup beralasan lantaran beberapa sumur bor di desa setempat sudah berair karena seiring turunnya hujan dalam seminggu terakhir. Meskipun tidak sejernih sebelumnya, namun masih bisa disiasati warga dengan cara diendapkan dengan tawas.


” Kalau habis yang dikirim BPBD, kita pakai air sumur bor, tapi warnanya masih kuning. Kita endapkan pakai tawas dulu satu malam baru jernih dan bisa dipakai,” ucap Ahmad Yani warga Desa Limamar Ulu.

Berbeda dengan Mardiah warga Desa Limamar Ilir. Ia mengaku air sumur bor yang berwarna kuning tidak dimanfaatkan untuk memasak dan minum. Untuk keperluan harian tersebut ia dan warga lainnya harus membeli air kemasan galon.

Data dari BPBD Kabupaten Banjar menyebut, krisis air bersih dampak dari kemarau panjang terjadi di 11 kecamatan dengan 4.460 KK atau 15.864 jiwa terdampak. Sementara total jumlah air bersih yang sudah didistribusikan sekitar 3 bulan terakhir hingga hari ini mencapai 2.253.400 liter.

Reporter : Rifky Zidane
Editor : Ronny Lattar
Uploader : Suhendra

Artikel BPBD Banjar Sudah Distribusikan Air Bersih 2,25 Juta Liter   pertama kali tampil pada Radio Suara Banjar.

Source:: INFOPUBLIK

Comments
Loading...