Pameran Sulam Sugul Dorong Penguatan Ekonomi Perajin Perempuan Banjar

3 November 2026
👁 3 pembaca

GAMBUT – Pameran bertajuk Manisnya Sulam Sugul Kabupaten Banjar digelar di Gedung William Tandiono, Kecamatan Gambut, Selasa (3/11/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan kriya khas daerah sekaligus mendorong penguatan ekonomi keluarga, khususnya bagi perempuan perajin.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas mengatakan, Sulam Sugul merupakan salah satu dari sembilan produk unggulan daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi.

Menurutnya, pengembangan Sulam Sugul kini tidak lagi terbatas pada produk bolang haji, tetapi telah merambah berbagai produk fesyen dan aksesori, seperti tas, sepatu, blazer, serta beragam produk lainnya.

“Sebelumnya mungkin hanya hadir pada produk bolang haji. Namun, berkat kerja sama semua pihak serta kesediaan para perajin untuk dibimbing dan dibina, kini Sulam Sugul dapat diaplikasikan pada berbagai produk fesyen,” ujarnya.

Nurgita berharap produk kerajinan tersebut mendapat dukungan pemerintah daerah serta semakin diterima masyarakat, khususnya di Kalimantan Selatan. Promosi dan pengembangan pasar dinilai penting untuk meningkatkan pendapatan para perajin.

Ia menyebutkan, perajin Sulam Sugul tersebar di empat kecamatan, yakni Sungai Tabuk, Martapura Barat, Martapura Timur dan Mataraman. Saat ini, jumlah perajin aktif yang terdata berkisar 30 hingga 40 orang.

Untuk mendukung keberlanjutan usaha, Dekranasda Kabupaten Banjar berencana memprogramkan pembinaan serta bantuan subsidi bahan baku bagi para perajin.

Menurut Nurgita, pengembangan Sulam Sugul masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan pilihan warna benang, logistik, hingga ketersediaan peralatan dan bahan baku. Terlebih, proses pembuatannya masih mengandalkan keterampilan tangan tanpa menggunakan mesin.

“Tantangannya cukup banyak, mulai dari keterbatasan warna benang, logistik, hingga kebutuhan alat dan bahan. Karena pengerjaannya tidak menggunakan mesin dan benar-benar buatan tangan, para perajin perlu terus dibina dan dibantu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar H Irwan Jaya berharap Sulam Sugul semakin dikenal luas dan mampu berkembang hingga pasar nasional.

Ia menilai, keunikan motif dan teknik pengerjaan menjadi keunggulan Sulam Sugul dibandingkan produk sulaman lainnya. Pengembangan produk ke berbagai bentuk fesyen dan aksesori juga membuka peluang pasar yang lebih luas.

“Sulam Sugul memiliki ciri khas yang sangat berbeda dengan sulam lainnya. Jika sebelumnya hanya digunakan untuk bolang haji, sekarang sudah banyak diaplikasikan pada produk fesyen, tas dan aksesori. Mudah-mudahan semakin dikenal dan berkembang hingga tingkat nasional,” ujarnya.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudporapar Kabupaten Banjar Hj Sofia Windriaty menambahkan, pameran tersebut diharapkan dapat membuka peluang pemasaran sekaligus meningkatkan jumlah pesanan produk Sulam Sugul.

“Setelah pameran ini, kami berharap ada banyak pesanan dari masyarakat terhadap produk yang dipamerkan. Ke depan, mudah-mudahan dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah melalui fasilitasi DKUMPP Kabupaten Banjar, terutama untuk pengadaan benang, jarum dan kebutuhan lainnya bagi para perajin,” pungkasnya.

 

 

 

Reporter: Faidillah Rajani

Editor: Ronny Lattar

Uploader: Suhendra