Pemkab Banjar Dukung Pembentukan Komcad, 25 ASN Ikuti Pelatihan

3 November 2026
👁 1 pembaca

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan memperkuat sinergi dalam mendukung pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Bantuan Keuangan Pembentukan Komponen Cadangan, di Aula Hasan Basri Rindam XXII/TB Banjarbaru, Senin (2/11/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan pertahanan negara sekaligus meningkatkan kedisiplinan dan kesiapsiagaan aparatur sipil negara (ASN).

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan pembentukan Komcad, khususnya melalui penyediaan dukungan pembiayaan dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Menurutnya, pelaksanaan program tersebut sebelumnya sempat terkendala keterbatasan anggaran. Namun, melalui koordinasi dengan Kementerian Pertahanan, pemerintah provinsi mulai menyiapkan dukungan anggaran melalui perubahan APBD serta mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk turut mengalokasikan pembiayaan bagi ASN yang akan mengikuti pelatihan.

“Karena itu, saya meminta kepada seluruh bupati dan wali kota agar dapat menyisipkan anggaran untuk mengirimkan ASN, baik pejabat eselon II, III maupun IV, mengikuti pelatihan Komponen Cadangan di Rindam ini,” ujarnya.

Muhidin menjelaskan, pembentukan Komcad tidak hanya berkaitan dengan kesiapan menghadapi ancaman perang, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, kedisiplinan, ketahanan fisik, serta rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

Ia juga mengusulkan agar ke depan pelatihan Komcad dapat disinergikan dengan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) yang diselenggarakan melalui Lembaga Administrasi Negara (LAN). Menurutnya, perpaduan kedua program tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pengembangan kompetensi dan pembinaan karier ASN.

“Kalau pelatihan Komcad ini bisa dipadukan dengan PKN, maka ASN tidak hanya mendapatkan pendidikan kepemimpinan, tetapi juga pembentukan kedisiplinan dan jati diri. Jadi, ada dua aspek yang diperoleh, yaitu peningkatan kapasitas kepemimpinan dan pelatihan fisik serta mental,” jelasnya.

Muhidin berharap usulan tersebut dapat dikomunikasikan lebih lanjut dengan kementerian dan lembaga terkait, sehingga ke depan pelatihan Komcad dapat menjadi salah satu bagian yang dipertimbangkan dalam pengembangan kompetensi maupun persyaratan jenjang karier ASN.

Sementara itu, Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI, Letjen TNI Totok Imam Santoso, menegaskan bahwa pemanfaatan Komcad tidak terbatas pada kepentingan pertahanan dalam menghadapi perang. Dalam kondisi damai, personel Komcad juga dapat diberdayakan untuk mendukung pelaksanaan tugas pemerintah dalam menghadapi berbagai situasi darurat melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Ia menyebut salah satu bentuk kontribusi yang dapat dikembangkan adalah membantu penanganan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di wilayah Kalimantan.

“Permasalahan negara kita bukan hanya berkaitan dengan perang, tetapi juga berbagai persoalan di dalam negeri. Salah satunya kebakaran hutan. Karena itu, ke depan Komcad juga dapat dilatih dan dipersiapkan untuk bersama-sama membantu pemerintah daerah maupun satuan yang bertugas dalam penanganan kebakaran hutan,” terangnya.

Terpisah, Wabup Banjar Habib Idrus Al Habsyi menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Komcad sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan negara sekaligus membangun karakter dan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN).

Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam mendukung pembentukan Komcad merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan, tanggung jawab, serta semangat pengabdian ASN kepada bangsa dan negara.

“Melalui pelatihan Komcad, kita berharap ASN tidak hanya memiliki kedisiplinan dan ketahanan fisik serta mental yang baik, tetapi juga semakin meningkatkan rasa tanggung jawab dan jiwa patriotisme dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat,” tutur.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Banjar siap mendukung program tersebut melalui koordinasi dan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta Kementerian Pertahanan, termasuk dalam upaya menyiapkan sumber daya aparatur yang berkualitas dan berkarakter.

Habib Idrus juga berharap pembentukan Komcad dapat memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya dalam mendukung pertahanan negara, tetapi juga membantu pemerintah menghadapi berbagai kondisi darurat dan bencana.

“Semoga melalui program ini, ASN Kabupaten Banjar semakin siap menghadapi berbagai tantangan, memiliki semangat kebersamaan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah dan bangsa,” harapnya.

Di ketahui, sebanyak 26 aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Banjar dikirim untuk mengikuti seleksi pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) di Rindam XXII/Tambun Bungai, Banjarbaru. Namun, satu peserta dinyatakan mengundurkan diri karena sakit.

Seleksi dan kedatangan peserta berlangsung pada 26 hingga 31 Oktober 2026. Peserta yang dinyatakan lulus seleksi selanjutnya mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) Komcad selama 45 hari, mulai 2 November hingga 16 Desember 2026.

 

 

Reporter : Rifky Zidane

Editor : Ronny Lattar

Uploader : Suhendra