Dekranasda Banjar Dorong Sulam Sugul Kembangkan Produk Fesyen

GAMBUT – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) menggelar Workshop Manisnya Sulam Sugul Khas Banjar di Ballroom Hotel William Tandiono, Gambut, Senin (2/11/2026) pagi.
Kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari tersebut dibuka resmi Ketua Dekranasda Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas. Hari pertama diisi dengan workshop pembuatan Sulam Sugul, sedangkan hari kedua dilanjutkan dengan pameran hasil kerajinan peserta.
Hj Nurgita Tiyas mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk kembali memperkenalkan dan menggaungkan Sulam Sugul sebagai salah satu kerajinan khas Banjar yang memiliki nilai kebersamaan serta potensi ekonomi bagi para perajin.
Menurutnya, keberadaan kerajinan Sulam Sugul saat ini mulai tergerus. Permintaan pasar juga mengalami penurunan karena selama ini penggunaannya lebih banyak terbatas pada produk Bolang Haji yang biasanya dikenakan setelah musim haji.

“Jadi, belum bisa menyasar produk fesyen. Berdasarkan pemikiran tersebut, saya mencoba menginisiasi untuk membawa kembali semangat Sulam Sugul. Sebelumnya, kita sudah memperkenalkan sasirangan hingga dikenal di tingkat nasional melalui Kriya Nusa. Sekarang saatnya kita mencoba mengangkat kriya lainnya, karena Kabupaten Banjar kaya akan produk unggulan, salah satunya Sulam Sugul,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengembangan Sulam Sugul memiliki sejumlah tantangan, mulai dari proses pengerjaan, pemilihan benang hingga perhitungan kebutuhan bahan. Melalui workshop ini, peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan sekaligus dapat mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pengrajin dalam proses produksi.

“Semoga melalui kegiatan ini semakin banyak masyarakat yang mengenal kreasi Sulam Sugul di Kalimantan Selatan. Kami bangga para perajin bersedia dibina. Ini juga menjadi komitmen kami untuk mentransformasikan Sulam Sugul ke berbagai produk fesyen,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pada pameran hari kedua akan ditampilkan beragam produk berbahan Sulam Sugul, seperti tas, jilbab, pakaian dan berbagai produk kerajinan lainnya.
Nurgita berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM serta pengrajin di Kabupaten Banjar, khususnya dalam meningkatkan peluang usaha dan perekonomian keluarga.
Menurutnya, Dekranasda, TP PKK serta istri ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar juga memiliki peran dalam memperkenalkan dan mendukung produk kerajinan lokal agar semakin dikenal dan diminati masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap Sulam Sugul kembali berkembang. Ini merupakan langkah awal dari terlahirnya kembali Sulam Sugul di Kabupaten Banjar,” harapnya.
Sementara itu, salah satu narasumber, Norkhadijah, mengatakan proses pembuatan Sulam Sugul membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga jumlah perajinnya kini mulai berkurang.

Ia berharap kerajinan tersebut mendapat perhatian lebih dari generasi muda sehingga keberlangsungannya tetap terjaga. Melalui pelatihan ini, diharapkan muncul regenerasi perajin Sulam Sugul di Kabupaten Banjar.
Workshop tersebut turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Banjar Hj Rahmi Robiaty, Kabid Pemasaran Pariwisata Kabupaten Banjar Hj Sofia Windirianty, undangan TP PKK dan DWP Kabupaten Banjar, serta para pengrajin.
Reporter: Akhmad Effendy
Editor: Ronny Lattar
Uploader: Suhendra