Dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Banjar berkomitmen untuk tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apa pun.

Karhutla Kembali Terjadi di Cindai Alus, Warga Sempat Panik

28 Oktober 2026
👁 2 pembaca

MARTAPURA – Setelah tiga hari tanpa kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran kembali terjadi di Desa Cindai Alus RT 01 RW 01, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Rabu (28/10/2026) siang. Kobaran api yang mendekati permukiman warga sempat memicu kepanikan.

Kekhawatiran warga cukup beralasan karena api dengan cepat merambat dari area semak belukar dan pepohonan menuju jalan desa. Warga setempat, Jamal, mengaku sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar tiba di lokasi.

Menurut Jamal, titik awal kebakaran berada sekitar 300 meter dari lokasi warga. Namun, tiupan angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat menjalar hingga mendekati jalan desa hanya dalam hitungan puluhan menit.

“Sekitar 300 meter dari dalam, Pak. Hanya hitungan puluhan menit sampai ke sini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kebakaran juga terjadi di kawasan tersebut pada Minggu (25/10/2026). Saat itu, api membakar semak belukar dan tanaman kelapa sawit dengan luas sekitar 10 hektare.

“Hari Minggu lalu juga terbakar yang di belakang sana. Hari ini bagian yang di depan,” katanya.

Tim gabungan BPBD Kabupaten Banjar kemudian melakukan upaya pemadaman dan berhasil mengendalikan api sekitar setengah jam setelah penanganan dilakukan. Akses menuju titik kebakaran yang relatif mudah serta ketersediaan air di kolam milik pemilik lahan turut membantu proses pemadaman.

Petugas BPBD Kabupaten Banjar, Hakim, mengatakan tidak terdapat kendala berarti dalam proses penanganan. Namun, angin kencang menjadi faktor yang mempercepat perambatan api, terlebih vegetasi di sekitar lokasi dalam kondisi kering akibat kemarau.

“Tidak ada kendala hari ini, cuma angin saja yang bertiup cukup kencang,” ujar Hakim.

Berdasarkan pendataan petugas, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 1,7 hektare, dengan sekitar 1 hektare di antaranya berhasil dipadamkan.

Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat cuaca kering dan angin bertiup kencang. Warga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

 

 

 

Reporter : Haryo

Editor : Ronny Lattar

Uploader : Suhendra