Permudah Aduan Pedagang Pasar Tradisional, Perumda Pasar Bauntung Batuah Gagas Aplikasi Si Lapat Pedas
MARTAPURA – Guna mempermudah dan mempercepat penanganan aduan pedagang pasar, Perumda Pasar Bauntung Batuah meluncurkan inovasi aplikasi berbasis web Si Lapat Pedas (Sistem Layanan Pengaduan Cepat Pedagang Pasar). Aplikasi ini resmi diluncurkan pada September 2024 lalu.
Hal tersebut disampaikan Kepala Subbagian Program Perumda Pasar Bauntung Batuah sekaligus inovator aplikasi, Akmal Luthfi, saat menjadi narasumber pada talkshow SI-ANIDA (Suara Inspirasi Anak Inovasi Daerah) di Radio Suara Banjar, Rabu (28/1/2026) pagi.
Luthfi menjelaskan, inovasi Si Lapat Pedas dilatarbelakangi oleh sistem penyampaian aduan pedagang yang sebelumnya masih dilakukan secara manual sehingga kurang efektif dan sulit terdokumentasi dengan baik.
“Selama ini aduan pedagang disampaikan secara manual atau dicatat. Agar laporan dapat terdata lebih rapi dan penanganannya lebih cepat, maka aplikasi ini menjadi solusi yang tepat,” ujarnya.
Saat ini, Perumda Pasar Bauntung Batuah mengelola 15 pasar tradisional yang tersebar di Kabupaten Banjar dan terbagi dalam tiga wilayah pengelolaan. Area 3 dipilih sebagai tahap awal penerapan aplikasi Si Lapat Pedas untuk keperluan uji coba dan penyempurnaan sistem sebelum dikembangkan ke wilayah lainnya.
“Area 3 dipilih karena memiliki karakteristik yang cukup beragam, baik dari jumlah pedagang, kondisi sarana dan prasarana, maupun sebaran pasar. Hal ini dinilai representatif untuk menguji efektivitas sistem dalam kondisi nyata,” jelas Luthfi.
Area 3 sendiri mencakup Pasar Gambut Kindai Limpuar, Pasar Gambut Baru, Pasar Sungai Tabuk, Pasar Beruntung Baru, dan Pasar Ahad Kertak Hanyar, dengan total 1.055 pedagang. Diakui Luthfi, pada tahap awal penerapan aplikasi terdapat sejumlah kendala, terutama dalam adaptasi pedagang terhadap teknologi. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya melakukan pendekatan persuasif, sosialisasi langsung ke pasar, menyediakan panduan sederhana, serta membantu pedagang yang mengalami kesulitan saat mengakses aplikasi.
Berdasarkan data pada dashboard sistem, aduan pedagang yang paling banyak masuk berkaitan dengan infrastruktur, seperti jalan berlubang, rembesan air, atap bocor dan fasilitas MCK. Aduan terbanyak kedua berkaitan dengan kebersihan, seperti sampah yang belum terangkut.

Ke depan, penerapan aplikasi Si Lapat Pedas ditargetkan dilakukan secara bertahap setiap tahun per area hingga seluruh pasar tradisional di bawah pengelolaan Perumda Pasar Bauntung Batuah terakomodasi.
“Persiapannya nanti meliputi penerbitan surat edaran, sosialisasi serta pelaksanaan bimbingan teknis dengan melibatkan tokoh pedagang. Harapannya, peserta bimtek dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada pedagang lainnya,” pungkas Luthfi.
Reporter : Akhmad Effendy
Editor : Ronny Lattar
Uploader : Suhendra
Source:: INFOPUBLIK
