PENGUATAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN MANUSIA, BAPPEDALITBANG HADIR DI MARTAPURA TIMUR
MARTAPURA TIMUR – Upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat terus digencarkan di Kecamatan Martapura Timur. Pemerintah Kecamatan menggelar Sosialisasi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Aula Kecamatan Martapura Timur, Selasa (25/2), sebagai langkah strategis mempercepat penanganan persoalan sosial di tingkat akar rumput. Kegiatan ini menghadirkan Bappedalitbang Kabupaten Banjar sebagai narasumber utama yang diwakili oleh Staf Sub Bidang Pembangunan Manusia, Achmad Affandy, serta diikuti para perangkat desa se-Kecamatan Martapura Timur.
Plt. Camat Martapura Timur, M. Sonwani Agus, menegaskan pentingnya pemahaman yang utuh terhadap arah kebijakan penanggulangan kemiskinan daerah. Ia mengajak seluruh perangkat desa untuk menyelaraskan langkah dan program dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Banjar agar pelaksanaan di lapangan berjalan efektif, terarah, dan tepat sasaran. Menurutnya, desa memegang peranan penting sebagai garda terdepan dalam memastikan program kesejahteraan benar-benar dirasakan masyarakat.
Memasuki sesi pemaparan, Achmad Affandy yang akrab disapa Fandy menyampaikan gambaran makro kebijakan pembangunan manusia dan strategi peningkatan kesejahteraan di Kabupaten Banjar. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah terus melakukan evaluasi dan penguatan program agar upaya penanggulangan kemiskinan semakin terintegrasi. Fokus kebijakan diarahkan pada pendekatan terpadu dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Lebih lanjut, Fandy memaparkan pentingnya pemanfaatan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar perencanaan program. Data tersebut menjadi instrumen vital dalam memetakan keluarga yang membutuhkan intervensi prioritas, sehingga pemerintah desa dapat menyusun langkah yang lebih presisi dan responsif. Dengan dukungan data yang akurat dan mutakhir, intervensi sosial diharapkan semakin efektif dan tepat guna.
Dalam paparannya, Fandy juga menguraikan sejumlah tantangan di lapangan, mulai dari pemutakhiran data, sinkronisasi antarinstansi, hingga kondisi geografis yang memengaruhi distribusi layanan. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah daerah mengusung empat pilar strategi, yakni pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan dan pemberdayaan, penguatan kawasan prioritas, serta perluasan kemitraan lintas sektor. Strategi ini dirancang sebagai kerangka kerja komprehensif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Sesi diskusi berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta menyoroti pentingnya pembentukan dan penguatan kelembagaan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) serta Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di tingkat kecamatan dan desa. Keberadaan kelembagaan ini dinilai krusial sebagai motor penggerak koordinasi, sekaligus wadah partisipasi masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program kesejahteraan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Banjar, kecamatan, dan desa. Ke depan, verifikasi dan validasi data penerima manfaat akan semakin dioptimalkan melalui peran aktif Puskesos Desa agar bantuan sosial tersalurkan secara presisi. Dengan kolaborasi yang solid dan komitmen bersama, Martapura Timur optimistis mampu menghadirkan perubahan nyata menuju masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya.(Ione/Brigade Bappedalitbang)
Source:: BAPPEDA
