Kurma Manis Jadi Andalan Warga Banjar, Nasabah Tembus Pelosok Desa

MARTAPURA – Program Kurma Manis (Kredit Usaha Rakyat Martapura Maju Mandiri Agamis) yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Banjar masih menjadi andalan bagi masyarakat. Program pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), sektor pertanian, perikanan hingga perdagangan itu kini telah menjangkau hingga pelosok desa.

Sejak diluncurkan pada 2021 hingga Mei 2026, program tersebut tercatat telah menjangkau nasabah di 19 kecamatan dari total 20 kecamatan di Kabupaten Banjar.

Kepala Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Martapura, Ari Rosadi mengatakan sebagian besar nasabah Kurma Manis berasal dari wilayah pelosok yang selama ini minim akses layanan keuangan.

“Nasabah kami kebanyakan ada di pelosok. Daerah yang kami kunjungi seperti Aluh-Aluh, kami survei harus naik kapal. Yang bank umum tidak masuk, Kurma Manis BPR bisa masuk. Mereka betul-betul memerlukan dan tidak tersentuh lembaga keuangan lain,” ujarnya di kantor BPR Martapura, Jumat (8/5/2026) pagi.

Ari menjelaskan, jumlah pelaku usaha di Kabupaten Banjar saat ini mencapai lebih dari 67 ribu orang. Sementara hingga tahap kelima pelaksanaan program, tercatat sebanyak 1.139 nasabah telah menerima pinjaman tanpa bunga tersebut.

Menurutnya, mayoritas penerima pinjaman berasal dari sektor pertanian. Ia pun mengajak para pelaku usaha di Kabupaten Banjar untuk memanfaatkan program tersebut karena ketersediaan dana pada 2026 masih mencukupi.

“Silakan kepada para pelaku usaha di wilayah Kabupaten Banjar, baik sektor perikanan, pertanian, perkebunan maupun perdagangan untuk mengajukan permohonan pinjaman Kurma Manis di BPR Martapura,” katanya.

Ari menjelaskan, calon nasabah harus memperoleh rekomendasi dari tiga instansi terkait untuk mendapatkan pinjaman. Ketiga instansi tersebut yakni Dinas Pertanian (Distan), Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), serta Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar.

Setelah rekomendasi diterbitkan, pihak BPR akan melakukan survei lapangan guna memastikan kelayakan calon nasabah dan kesesuaian nominal pinjaman yang diajukan.

“BPR akan cek lapangan, apakah layak atau bagaimana, apakah yang bersangkutan punya pinjaman di mana. Kalau layak, proses di BPR paling lama dua pekan akan cair,” ujarnya.

Ia menambahkan, pinjaman Kurma Manis terbagi menjadi dua kategori, yakni mikro dan super mikro. Pinjaman mikro diberikan hingga Rp5 juta tanpa agunan, sedangkan pinjaman super mikro mulai Rp5 juta hingga Rp110 juta wajib disertai agunan.

“Persyaratannya, nasabah harus berdomisili di Kabupaten Banjar, usahanya minimal sudah berjalan enam bulan dan mendapat rekomendasi dari dinas terkait,” jelasnya.

Ari menilai program Kurma Manis sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian daerah dan perlu terus mendapat dukungan.

“Kita sangat mengapresiasi pemerintah daerah dengan penyertaan modalnya, sehingga Kurma Manis tetap berjalan di samping program lainnya di BPR. Alhamdulillah kita bisa memberikan kontribusi PAD hampir Rp1 miliar pada 2025,” tutupnya.

Reporter: Faris

Editor: Ronny Lattar

Uploader: Suhendra

Source:: INFOPUBLIK

Comments
Loading...