Stok Hewan Kurban di Kabupaten Banjar Dipastikan Aman dan Sehat

MARTAPURA – Dinas Pertanian Kabupaten Banjar memastikan stok hewan kurban untuk perayaan Iduladha Tahun 2026 dalam kondisi aman dan surplus. Selain kecukupan jumlah, pemeriksaan kesehatan secara intensif juga terus digencarkan untuk menjamin kelayakan konsumsi masyarakat.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Distan Banjar, drh Lulu Vilavardi, Kamis (21/5/2026) pagi.

Lulu menyebut berdasarkan data terkini, ketersediaan stok hewan kurban di wilayah Kabupaten Banjar berada di 2.500 ekor. Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi, mengingat prediksi pemotongan mengacu pada pencapaian tahun lalu yang berkisar 2.020 ekor.

“Pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah antisipasi dengan berkoordinasi bersama wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru apabila terjadi kekurangan pasokan di kemudian hari,” jelasnya.

Ditambahkan Lulu, pihaknya tidak hanya fokus pada kuantitas, jaminan kesehatan hewan kurban juga menjadi prioritas utama. Sejak satu bulan terakhir, petugas dari dinas terkait telah bergerak ke lapangan untuk memeriksa kesehatan sapi di tingkat pengepul dan pedagang.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari fisik hingga uji laboratorium terhadap sampel kotoran dan darah hewan. Hasil uji laboratorium Balai Veteriner (B-Vet) mengonfirmasi bahwa seluruh stok sapi di Kabupaten Banjar dinyatakan sehat dan bebas dari penyakit.

“Dari satu bulan kemarin kami sudah bergerilya mendatangi teman-teman pengumpul sapi, pedagang sapi dan dari sapi-sapi itu kami periksa semua, baik itu secara fisik, termasuk kami ambil sampel kotorannya, dan juga sebagian kami ambil sampel darahnya. Dan hasil dari lab B-Vet itu sudah keluar, insyaallah semua sapi-sapi stok kita sehat dan tidak ada masalah,” ujarnya.

Selain itu, untuk lancarnya pelaksanaan di hari H, Lulu mengakui Pemkab Banjar telah membentuk Tim Juru Sembelih Halal (Juleha). Tim ini diperkuat oleh petugas dinas untuk pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem serta berkolaborasi dengan asosiasi juru sembelih lokal yang sudah terbentuk sejak dua tahun lalu.

“Kehadiran tim ini diharapkan mampu menyiasati keterbatasan petugas dalam mengawasi proses penyembelihan secara syariat dan higienis,” pungkasnya.

Reporter : Rifky Zidane

Editor : Ronny Lattar

Uploader : Suhendra

Source:: INFOPUBLIK

Comments
Loading...