BAPPEDALITBANG BANJAR FASILITASI KUNJUNGAN BAPPENAS BAHAS DAMPAK KENAIKAN MUKA LAUT MELALUI SEPAKAT

MARTAPURA – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banjar memfasilitasi kunjungan lapangan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI dalam rangka pengkajian dampak peningkatan permukaan air laut melalui Aplikasi SEPAKAT, Rabu (21/1). Kegiatan yang berlangsung di Aula Bauntung Bappedalitbang Banjar ini dibuka langsung oleh Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Nashrullah Shadiq.

Kunjungan tersebut dihadiri Direktur Kependudukan dan Jaminan Sosial Bappenas RI Muhammad Cholifihani beserta tim, serta perwakilan perangkat daerah terkait seperti DPUPR, DisperkimLH, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, DinsosP3AP2KB, Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, dan kecamatan terdampak, di antaranya Aluh-Aluh, Beruntung Baru, Tatah Makmur, Sungai Tabuk, Gambut, dan Kertak Hanyar.

Dalam sambutannya, Nashrullah Shadiq menyambut baik kunjungan Bappenas RI ke Kabupaten Banjar. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat perencanaan pembangunan daerah yang berbasis data dan bukti lapangan, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan dampak peningkatan permukaan air laut.

“Kami berharap dengan kunjungan ini ke depan dapat terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan kebijakan adaptasi perubahan iklim yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Analisis Kependudukan Bappenas RI, Widaryatmo, menyampaikan bahwa maksud kedatangan tim adalah untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai dampak peningkatan permukaan air laut (sea level rise/SLR) terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan layanan dasar, khususnya di Kabupaten Banjar. Hal ini menjadi bagian dari upaya penajaman analisis dan perumusan kebijakan adaptasi perubahan iklim di tingkat daerah.

Ia menjelaskan, Aplikasi SEPAKAT merupakan instrumen analisis berbasis data sosial ekonomi dan spasial yang dikembangkan Bappenas untuk membantu pemerintah daerah mengidentifikasi keterpaparan penduduk, kelompok rentan, serta layanan dasar terhadap risiko iklim.

“Kita akan mengidentifikasi sebaran dampak, lokasi prioritas, serta implikasinya terhadap ketahanan rumah tangga dan layanan dasar, sehingga hasilnya dapat diintegrasikan dalam perencanaan dan penganggaran daerah,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari peserta terkait permasalahan dan dampak nyata yang terjadi akibat peningkatan permukaan air laut, seperti genangan, intrusi air asin, gangguan infrastruktur, hingga tekanan terhadap layanan dasar dan mata pencaharian masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Bappedalitbang Kabupaten Banjar diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor serta mendorong pemanfaatan Aplikasi SEPAKAT sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.(Ione/Brigade Bappedalitbang)

Source:: BAPPEDA

Comments
Loading...