Belasan Sekolah di Kabupaten Banjar Raih Penghargaan Adiwiyata 2025

MARTAPURA – Komitmen dunia pendidikan di Kabupaten Banjar dalam membangun budaya peduli lingkungan kembali membuahkan hasil. Sejumlah sekolah berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Tahun 2025, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten.

Pada tingkat nasional, tiga sekolah dinyatakan sebagai penerima Adiwiyata Nasional 2025, yakni SDN Sungai Alang 2 Karang Intan, SMP Darul Hijrah Puteri Martapura dan SMPN 1 Pengaron. Sementara itu, pada tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, dua sekolah meraih penghargaan Adiwiyata Provinsi, yaitu SDN Keliling Benteng Ilir dan SDN Lok Buntar.

Adapun di tingkat kabupaten, sebanyak 11 sekolah berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Kabupaten, yakni MIN 8 Banjar, SD Al Muhamadiyah Martapura, SDN Gambut 4, SDN Gudang Hirang 1, SDN Kecil Kiram, SDN Kertak Hanyar 1-1, SDN Sekumpul 1, SMPN 6 Karang Intan, SMPN 1 Aranio, SMPN 2 Astambul, dan SMPN 2 Simpang Empat.

Penghargaan Adiwiyata 2025 tersebut diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (LH) RI kepada puluhan sekolah di Kalsel. Penghargaan diserahkan oleh Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen sekolah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat dan berkelanjutan.

Dalam prosesnya, penilaian Calon Sekolah Adiwiyata dilakukan secara komprehensif melalui tiga aspek utama, yakni perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi dan monitoring. Pada aspek perencanaan, sekolah dinilai dari kesiapan dokumen, pemetaan potensi dan permasalahan lingkungan serta integrasi program lingkungan ke dalam visi, misi dan kurikulum sekolah.

Aspek pelaksanaan menitikberatkan pada penerapan perilaku ramah lingkungan, seperti pengelolaan sampah, kebersihan dan sanitasi, penghijauan, konservasi air dan energi, hingga pengembangan inovasi lingkungan hidup di lingkungan sekolah. Sementara itu, aspek evaluasi dan monitoring menilai keberlanjutan program melalui pemantauan perubahan perilaku warga sekolah serta perbaikan kondisi lingkungan secara berkelanjutan.

Kepala DPRKPLH Kabupaten Banjar Ahmad Bayhaqie melalui Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Bidang Penataan, Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (P3KLH), Khairul Nuryanti, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan. Pembinaan meliputi sosialisasi kriteria Adiwiyata, bimbingan teknis, penyusunan dokumen pendukung hingga pendampingan dan visitasi langsung ke sekolah.


Dijelaskan, program Adiwiyata bukan sekadar penghargaan, tetapi gerakan perubahan perilaku menuju budaya hidup bersih dan berkelanjutan.

“Kami berharap sekolah penerima dapat menjadi sekolah imbas yang menularkan praktik baik kepada sekolah lain, sementara sekolah yang belum meraih Adiwiyata tetap terus berbenah karena keberhasilan program ini ditentukan oleh komitmen dan kepedulian bersama, bukan semata kelengkapan fasilitas,” pungkas Nuryanti.

Tim
Editor : Ronny Lattar
Uploader : Suhendra

Source:: INFOPUBLIK

Comments
Loading...