Dinkes Banjar Perkuat Edukasi Pencegahan Penyakit Pascabanjir Melalui EduTalk Mitigasi Risiko Banjir
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar terus memperkuat upaya edukasi dan kesiapsiagaan kesehatan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana banjir. Komitmen tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM., saat menjadi narasumber pada kegiatan EduTalk Mitigasi Risiko Banjir yang diselenggarakan Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) STIKES Intan Martapura di Aula STIKES Intan Martapura, Kamis (5/6/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2026 tersebut mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”. Selain menghadirkan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, kegiatan ini juga menghadirkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Drs. Wasis Nugraha, S.I.P., sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Dr. Noripansyah menjelaskan bahwa banjir merupakan bencana yang tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit. Beberapa penyakit yang sering muncul saat maupun setelah banjir antara lain diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit, serta Demam Berdarah Dengue (DBD).
Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama untuk mengurangi dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat bencana banjir. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menjaga kualitas air bersih, memperhatikan sanitasi lingkungan, melakukan disinfeksi sumur dan tempat penampungan air yang terdampak banjir, serta memastikan air yang dikonsumsi telah dimasak hingga mendidih.
“Pencegahan yang paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Mitigasi tidak hanya dilakukan saat bencana terjadi, tetapi harus dimulai sebelum bencana datang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah berbagai penyakit pascabanjir. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dengan baik dapat membantu menekan risiko banjir sekaligus mencegah munculnya berbagai masalah kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Noripansyah memaparkan berbagai upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dalam penanganan kesehatan saat bencana. Upaya tersebut meliputi pendirian posko kesehatan darurat, distribusi obat-obatan dan logistik kesehatan, pemeriksaan kesehatan massal, pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Pelayanan kesehatan harus tetap berjalan saat bencana terjadi. Karena itu, kami menyiapkan posko kesehatan darurat, distribusi obat dan logistik kesehatan, pemeriksaan kesehatan masyarakat, serta edukasi kesehatan untuk meminimalkan risiko penyakit di wilayah terdampak,” katanya.
Selain upaya penanganan kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan promosi kesehatan dan edukasi PHBS dinilai dapat memperluas jangkauan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat sekaligus mendukung upaya mitigasi bencana berbasis komunitas.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Drs. Wasis Nugraha, S.I.P., memaparkan kondisi kebencanaan di Kabupaten Banjar. Ia menyebutkan bahwa banjir besar yang terjadi pada tahun 2021 berdampak pada sekitar 120 desa, sedangkan banjir yang kembali terjadi pada akhir 2025 hingga awal 2026 berdampak pada sekitar 100 desa. Menurutnya, selain dipengaruhi faktor alam seperti curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem, banjir juga dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi, penyerahan sertifikat kepada narasumber, penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara STIKES Intan Martapura, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dan BPBD Kabupaten Banjar, serta foto bersama sebagai bentuk penguatan sinergi lintas sektor dalam upaya mitigasi bencana dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit dan kesiapsiagaan menghadapi bencana semakin meningkat. Kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan masyarakat Kabupaten Banjar yang tangguh, sehat, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.
The post Dinkes Banjar Perkuat Edukasi Pencegahan Penyakit Pascabanjir Melalui EduTalk Mitigasi Risiko Banjir appeared first on dinkesbanjarkab.
Source:: DINKES
