MENUJU ASN PROFESIONAL MELALUI MANAJEMEN TALENTA
MARTAPURA – Bappedalitbang Kabupaten Banjar melalui Sub Bidang Umum dan Kepagawaian, memfasilitasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dalam kegiatan Sosialisasi Manajemen Talenta dan Coaching Penyediaan Data ASN yang dilaksanakan pada Rabu (11/2) di Aula Baiman. Kegiatan ini merupakan bagian dari percepatan penerapan manajemen talenta sebagaimana amanat PermenPANRB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN. Seluruh ASN Bappedalitbang mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bappedalitbang yang diwakili Sekretaris Hanafi. Dalam sambutannya, Hanafi menegaskan bahwa manajemen talenta bukan sekadar pemetaan pegawai, melainkan strategi jangka panjang untuk memastikan setiap ASN ditempatkan sesuai kompetensi dan potensi terbaiknya. Ia berharap seluruh ASN dapat mendukung penyediaan data yang akurat dan mutakhir sebagai fondasi utama dalam sistem manajemen talenta. “Data yang valid akan menentukan kualitas kebijakan kepegawaian di masa depan,” ujarnya.
Turut hadir Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Banjar, Nor Azizah, bersama tim manajemen talenta. Dalam paparannya, Nor Azizah menjelaskan pentingnya manajemen talenta sebagai sistem merit yang objektif, transparan, dan berbasis kompetensi. Ia menekankan bahwa pengelolaan talenta ASN bertujuan menciptakan birokrasi yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan daerah.
Selain itu, Nor Azizah juga memperkenalkan aplikasi SIMATA (Sistem Manajemen Talenta) BKN sebagai instrumen digital dalam mendukung pemetaan dan pengelolaan talenta ASN. Ia memaparkan lima pilar utama manajemen talenta ASN, yakni perencanaan kebutuhan talenta, identifikasi dan pemetaan talenta, pengembangan talenta, retensi talenta, serta penempatan talenta. Kelima pilar tersebut menjadi kerangka strategis dalam memastikan regenerasi kepemimpinan dan kesinambungan organisasi berjalan optimal.

Diskusi dalam kegiatan tersebut berlangsung dinamis. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait teknis pengisian data, mekanisme pemetaan kompetensi, hingga peluang pengembangan karier melalui sistem talenta.
Salah satu peserta, Nadya, menuturkan bahwa sosialisasi ini memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai arah kebijakan kepegawaian ke depan. Menurutnya, kejelasan sistem akan meningkatkan motivasi ASN untuk terus meningkatkan kompetensi diri.
Melalui kegiatan ini, manajemen talenta ASN diharapkan tidak hanya menjadi kebijakan administratif, tetapi menjadi instrumen strategis dalam membangun sumber daya aparatur yang unggul dan berdaya saing. Dengan dukungan data yang akurat serta komitmen seluruh perangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Banjar optimistis mampu mewujudkan birokrasi yang profesional, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.(Ione/Brigade Bappedalitbang)
Source:: BAPPEDA
