PANEN UBI KAYU VARIETAS GENJAH MANGGU

Penyuluh pertanian Desa Tungkaran didampingi Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Martapura bersama Ka.Balai Benih, Plt.Ka.UPTD Balai Pelaksana Penyuluhan serta pejabat Fungsional Dinas TPH Kab.Banjar Melaksanakan penen singkong varietas Manggu pada  Jum’at (11/9)  dilahan demplot milik Balai Benih.

Tanaman singkong yang dipanen pada umur 5,5 Bulan 1 pohonnya menghasilkan umbi  dengan berat 13 Kg. Perlakuan/ teknologi yang diterapkan pada demplot ini adalah penggunaan varietas unggul yaitu Manggu dan aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Dinosaurus pada awal persiapan lahan seperti budidaya tanaman singkong pada umumnya aplikasi pupuk pertanian dan pupuk kandang diberikan dilahan yang telah diolah sebelumnya, luas lahan 100 m2 menggunakan dolomit dan pupuk kandang kotoran sapi masing-masing 100 Kg dan 200 Kg.

Pupuk NPK diberikan sebagai pupuk susulan I s.d IV dengan interval 30 hari sehingga tanaman memperoleh pupuk susulan hingga umur 120 HST dengan dosis 30 gr per pohon, sedangkan POC di aplikasi pada umur yang sama seperti NPK  namun waktu pemberian berselang seling antara NPK dan POC setiap 2 mggu sekali.

Kegiatan panen dilahan dilanjutkan dengan uji organoleptik, ubi digoreng dan rasanya gurih, empuk dan tidak berserabut. Kesimpulan yang dapat ditarik pada kegiatan panen kali ini ubi kayu/ singkong varietas Manggu memiliki potensi hasil yang tinggi serta memiliki cita rasa yang enak dan disukai konsumen. Umur panen yang singkat membuka peluang bagi petani mendapatkan keuntungan yang besar. Menurut Ko.BPP Kec.Martapura  H.Amiruzi Desa Tungkaran dan Cindai Alus merupakan Desa yang komoditas strategisnya adalah singkong karena disana juga terdapat UMKM yang mengolah keripik singkong dan tape singkong yang produksinya sudah dipasarkan sampai keluar Kecamatan, bahkan sumber daya alam ubi kayu yang dimiliki di dalam Desa belum cukup untuk memasok ke pengrajin makanan berbahan dasar singkong sehingga bahan baku sering didatangkan dari luar Kabupaten salahsatunya dari kabuapten Kapuas. Dengan adanya bibit manggu yang tersedia H.Amiruzi berharap bisa lebih mengembangkannya sehingga terbentuk kawasan dengan ketahanan pangan yang diperoleh dari salah satu sumber karbohidrat yaitu Singkong Manggu. (Pendi)

Source:: DTPH

Comments
Loading...