PULUHAN INOVASI DAERAH SIAP MASUK LABORATORIUM INOVASI

MARTAPURA  Selasa (26/5/2026)  – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) resmi menutup proses pendaftaran usulan inovasi daerah Tahun 2026 pada 12 Mei lalu. Berdasarkan hasil pendataan Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA), tercatat sebanyak 58 usulan inovasi berhasil dihimpun dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar. Inovasi tersebut berasal dari 10 badan/dinas, 7 kecamatan, serta 4 inovasi dari UPTD dengan melibatkan 52 inovator dari 21 SKPD yang aktif berpartisipasi.

Pengumpulan usulan inovasi tersebut merupakan tindak lanjut Surat Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar Nomor 000.9/423/Rida/Bapperida/2026 tentang Penyampaian Usulan dan Laporan Inovasi Tahun 2026. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan implementasi Peraturan Bupati Banjar Nomor 16 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Inovasi Daerah yang mendorong setiap perangkat daerah menghadirkan minimal satu inovasi setiap tahun atau one innovation one agency serta kewajiban menyampaikan laporan pelaksanaan inovasi daerah secara berkala.

Dalam wawancara bersama Media Berita Bapperida, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Banjar, Nuri Ansyari, menyampaikan bahwa meningkatnya jumlah usulan inovasi tahun ini menjadi sinyal positif tumbuhnya budaya inovasi di lingkungan pemerintah daerah. Menurutnya, perangkat daerah kini semakin memahami bahwa inovasi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas tata kelola pemerintahan.

Nuri Ansyari menjelaskan, inovasi yang diusulkan tidak hanya berasal dari program internal perangkat daerah, tetapi juga lahir dari hasil Aksi Perubahan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP), hingga Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN). Ia menilai keberagaman sumber inovasi tersebut menunjukkan semakin berkembangnya pola pikir kreatif dan kolaboratif di lingkungan birokrasi Kabupaten Banjar.

Menurut Nuri, seluruh inovasi yang telah dihimpun selanjutnya akan memasuki tahap Laboratorium Inovasi melalui pendampingan intensif bersama Lembaga Administrasi Negara sebagai mitra Bapperida dalam pengembangan inovasi daerah. Kegiatan yang direncanakan berlangsung pada Juni mendatang tersebut akan menjadi ruang pembinaan bagi perangkat daerah agar inovasi yang dikembangkan lebih sistematis, aplikatif, terukur, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Fungsional Perencana Muda Bapperida Kabupaten Banjar, Norsyahnita, menambahkan bahwa proses pendataan dan verifikasi usulan inovasi tahun ini berjalan cukup baik berkat partisipasi aktif perangkat daerah. Ia menilai tingginya antusiasme tersebut mencerminkan adanya perubahan pola pikir birokrasi yang semakin terbuka terhadap pengembangan ide-ide baru dan pemanfaatan inovasi sebagai solusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ia juga berharap seluruh inovasi yang telah diusulkan tidak berhenti pada tahap administrasi semata, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan dan terus dievaluasi manfaat serta dampaknya bagi masyarakat. Inovasi yang menunjukkan hasil positif nantinya akan diusulkan untuk ditetapkan sebagai Inovasi Daerah Kabupaten Banjar.

Dengan semakin banyaknya inovasi yang berkembang, Pemerintah Kabupaten Banjar diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat daya saing daerah, sekaligus mendorong peningkatan Indeks Inovasi Daerah secara berkelanjutan.(Ione/Brigade Bapperida)

Source:: BAPPEDA

Comments
Loading...