BAPPERIDA TEKANKAN PEMBANGUNAN INKLUSIF DALAM PELATIHAN RESPONSIF GENDER

MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar melaksanakan kegiatan Pelatihan Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) bagi lembaga masyarakat, dunia usaha, dan perguruan tinggi Tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendukung implementasi Pengarusutamaan Gender di Kabupaten Banjar.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Pengarusutamaan Gender bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh unsur pembangunan. Menurutnya, lembaga masyarakat, dunia usaha, dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menciptakan pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah lembaga masyarakat, dunia usaha, dan perguruan tinggi yang dinilai aktif mendukung implementasi Pengarusutamaan Gender di Kabupaten Banjar. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dan komitmen berbagai pihak dalam mendukung pembangunan yang responsif gender.

Usai pembukaan, perhatian peserta tertuju pada sesi materi yang disampaikan narasumber utama dari Bapperida Kabupaten Banjar, Sihabuddin. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan interaktif, Sihabuddin berhasil membangun suasana pelatihan yang hidup melalui diskusi, tanya jawab, hingga kuis yang melibatkan peserta secara aktif. Metode tersebut membuat peserta lebih mudah memahami konsep perencanaan dan penganggaran responsif gender dalam konteks pembangunan daerah.

Dalam pemaparannya, Sihabuddin menekankan bahwa isu gender bukan hanya berkaitan dengan perempuan, tetapi menyangkut bagaimana pembangunan mampu memberikan akses, partisipasi, manfaat, dan kontrol yang setara bagi seluruh masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan lembaga masyarakat, dunia usaha, dan perguruan tinggi dalam mendukung Pengarusutamaan Gender melalui kebijakan, program, maupun kegiatan yang dijalankan di lingkungan masing-masing.

Tidak hanya menyampaikan teori, Sihabuddin juga mengajak peserta berbagi pengalaman dan praktik baik terkait upaya mendukung kesetaraan gender di lingkungan organisasi dan institusi mereka. Diskusi yang berlangsung dinamis semakin memperkuat semangat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan pembangunan yang lebih inklusif di Kabupaten Banjar. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan sepanjang sesi berlangsung.

Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap sinergi antara pemerintah daerah, lembaga masyarakat, dunia usaha, dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat. Kehadiran materi interaktif dari Bapperida Kabupaten Banjar diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap pentingnya perencanaan dan penganggaran yang responsif gender sehingga implementasi Pengarusutamaan Gender di Kabupaten Banjar dapat berjalan lebih optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Ione/Brigade Bapperida)

Source:: BAPPEDA

Comments
Loading...