Kisah Oya, Sukses Geluti KOKEDAMA : Si Bola Lumut Yang Hijaukan Rumah Tanpa Pot

Noralita atau akrab dipanggil Oya , merupakan salah satu perempuan kreatif yang ada Kecamatan Gambut Kab. Banjar. Oya merupakan pelaku usaha komoditas Florikultura (tanaman hias), ibu 3 orang anak ini mencoba mengembangkan bola lumut atau kokedama. Kokedama sendiri adalah teknik menanam dengan media tanam lumut.

Menurut pemaparan Kepala Bidang Teknologi Pertanian Pengolahan dan Pemasaran Dinas TPH Kab. Banjar, Imelda Rosanty, SP, MP pada saat pembinaan Sabtu (30/11/2019) ke tempat usaha Oya di Jl. A. Yani Komplek Luthfia, Kec. Gambut mengatakan bahwa kokedama ini merupakan seni tradisional asal Negeri Matahari Terbit, Jepang. Kokedama biasa disebut juga dengan bola lumut Jepang. Tanah yang ditanami tanaman hias lalu dibentuk bulat, biasanya sebesar tempurung kelapa. Jika biasanya pot dijadikan sebagai tempat media tanam, maka kokedama adalah seni menanam tanpa pot. Bola lumut inilah yang berperan sebagai tempat media tumbuh tanaman, Ujar Imelda

Imelda pada saat pembinaan mengatakan kokedama ini sejarahnya dari kegemaran masyarakat Jepang yang sangat menyukai teknik menanam bonsai. Salah satu bentuk dan tekniknya adalah Nearai yaitu tumbuhan ditanam tanpa pot. Ternyata teknik ini makin lama berkembang dengan menggunakan tanah lumut yaitu kokedama. Di Indonesia sendiri, kokedama makin digemari dan diadaptasi dengan berbagai tanaman. Untuk di Kalimantan Selatan sendiri Khusus di Kabupaten Banjar usaha kokedama yang ditekuni Oya ini merupakan usaha satu-satunya yang ada di Kab. Banjar, ujar imelda

Oya bercerita awal mula usaha yang iya lakukan, bahwa ini usaha Keluarga khususnya saya dan adik saya, awalnya adik saya bersama istrinya lagi jalan ke salah satu cafe yang ada di Jakarta dan cafe tersebut mengangkat konsep green dari sanalah pertama kali melihat kokedama, karena tertarik lalu kami coba mencari informasi melalui youtube tentang kokedama, kemudian saya mencoba untuk membuatnya dengan tanaman yang tidak mudah mati dengan teknik ikatan sebisa kami, setelah selesai kami coba upload ke Instagram ternyata ada yang langsung tertarik dengan kokedama, dari sini lah awal mulai usaha kokedama ini, ujar Oya, kami menjual melalui online di IG kami @Simpleplant.Bdj dan responsnya luar biasa.

Oya menambahkan usaha ini baru berjalan satu tahun, berbagai jenis tanaman sudah kami tanam seperti philodendron, monstera obliqua, berbagai jenis sirih, sansiviera, kaktus, sukulen, kuping gajah, bromelia dan cryptantus. Khusus philodendron untuk philo ini banyak jenisnya seperti Philo burle marx, Philo buaya, Philo gergaji, Philo lemon, Philo marble, philo marble variegata, Philo black cardinal dan Philo red emerald, sedangkan untuk jenis sirih-sirihan kami ada beberapa jenis seperti Sirih njoy, Sirih marble, Sirih silver, Sirih merah, Sirih gading, Sirih lemon, dan Sirih brazil.

Menurut Oya, saat ini jenis tanaman monstera sangat digemari karena keunikan dari bentuk daunnya yang berlubang-lubang. Monstera merupakan jenis tanaman lama yang kembali disukai orang dan sangat gampang merawatnya.jenis monstera itu ada yamg hijau dan aja juga variegata ujar Oya.

Jika tanaman kokedama mati, bisa direcovery lagi agar menjadi tanaman baru. Maka dari itu, saat konsumen datang untuk membeli kokedama tentu kami harus memberi tahu sifat tanaman yang dipilih, karena tiap tanaman berbeda-beda cara merawatnya. Ada yang suka air, tapi ada juga yang hanya disemprot saja sudah cukup. Uniknya, kokedama di setiap negara punya ciri khas masing-masing selain di Jepang. Misalnya, di Korea bentuknya kecil-kecil. Lumutnya pun lebih kelihatan berwarna hijau, tambah Oya.

Menurut Oya, lumut di Indonesia lebih kering dibandingkan lumut Jepang, sehingga tanaman pun tidak bisa terlalu lembap. Oleh karena itu kami mengganti lumut dengan sabut kelapa untuk membungkus bola tanahnya, karena dengan sabut lebih lembab dan cocok untuk iklim kita.

Agar ciri khas Indonesia terlihat dan lebih alami, bola lumut ini diikat dengan benang , sehingga bentuknya seperti keranjang buatan Indonesia. Benang tersebut juga berfungsi untuk menjaga bentuk kokedama tetap bulat. Ini berbeda dengan di Jepang, yang hanya memakai benang nilon. Namun, karena kokedama ini handmade maka pembuatannya tidak bisa terlalu banyak dan membutuhkan kesabaran dan ketelitian.

Ketika ditanya kendala dalam pembuatan kokedama, kendalanya pada saat membentuk bulatannya agak sulit. Malah, di awal kami membuat kokedama belum begitu rapi, Tapi, dengan berjalan waktu kokedama kami sudah berhasil kami buat dengan rapi, asalkan telaten sebenarnya tidak ada yang sulit, ujar Oya.

Perawatan kokedama juga sangat gampang. Saat penyiraman cukup disemprot (spray) saja agar basah. Atau, seminggu sekali celupkan di dalam ember selama semenit, tergantung seberapa kering kokedamanya. Lalu, tiap akhir pekan diangin-anginkan di teras tapi jangan terkena matahari langsung. Setelah cukup, masukkan kembali ke dalam rumah. Karena itulah, banyak orang tertarik kokedama, karena perawatannya gampang, bentuknya unik dan lucu, dan bisa menjadi indoor planting. Kokedama pun tidak boleh kebanyakan air atau kekurangan air karena bisa mati. Jika dijemur langsung di matahari, daunnya bisa berwarna kuning. Untungnya, kokedama bisa diperbaiki jika akar tanaman masih bagus.

Kisaran harga kokedama yang dijual @Simpleplant.Bdj sangat terjangkau mulai dari Rp 60.000-100.000 tergantung jenis tanaman dan besar kecilnya kokedama.

Agar tampilan Kokedama bertambah cantik, Oya melakukan inovasi dengan menggantung kokedama dengan makrame. Sebagai interior indoor, kokedama bisa digantung seperti tanaman gantung dalam pot. Tak hanya digantung, kokedama pun sangat cantik diletakkan di meja, rak buku, meja dapur, meja makan, meja kantor, hingga di pinggir jendela. Agar kokedama berdiri tegak, beri alas piringan. Padukan dengan pernak-pernik lain seperti batu-batu hias sehingga menjadi interior menarik di dalam rumah.

Di tempat berbeda Kepala Dinas TPH Kab. Banjar Ir. H. Muhammad Fachry, MP mengatakan bahwa usaha kokedama ini merupakan usaha baru di Kabupaten Banjar dan ini merupakan produk hortikultura golongan florikultura (tanaman hias), kokedama sendiri memiliki prospek yang menjanjikan oleh sebab itu kami selalu mendampingi pelaku usaha kokedama ini, karena selain indah dipandang kokedama ini bisa menenangkan pikiran ketika melihat tanaman hias berbentuk bola di meja kerja kita, dan dimeja kerja saya juga ada kokedama dari @Simpleplant.Bdj Yang tumbuh subur, ujar Fachry. Saya berharap agar usaha yang dilakukan @Simpleplant.Bdj Dapat terus berjalan karena kokedama ini salah satu produk hortikultura yang bisa dijadikan produk unggulan daerah, Tandas Fachry. (Rita/Nove)

Source:: DTPH

Comments
Loading...